Kamis, 02 April 2015

KONSERVASI FULLERTON HOTEL-SINGAPUR

Konservasi Bangunan ASEAN
FULLERTON HOTEL-SINGAPUR”


Gedung Fullerton terletak di lokasi puncak antara Sungai Singapura dan Teluk Marina, di sudut Raffles Place yang terkenal sebagai pusat komunitas finansial Singapore.
Bangunan yang saat ini lebih dikenal sebagai Hotel Fullerton, didesain oleh Keys & Dowsell dan dibangun pada tahun 1927-1928. Tujuh puluh tahun kemudian bangunan tujuh lantai ini dianugerahi status sebagai bangunan konservasi. Bangunan Fullerton ini dibangun pertama-tama pada tahun 1829 dengan fungsi sebagai Benteng di mulut Sungai Singapura guna mempertahankan dan menjaga Singapura. Nama Benteng Fullerton diambil dari nama Sir Robert Fullerton, Gubernur pertama dari The Straits Settlement of Singapore. Benteng ini kemudian diberikan kepada pemerintah di tahun 1874 sebagai Kantor Pos Pusat Pertama (Central Post Office) dan Kantor Perdagangan (The Exchange). Benteng ini kemudian selesai direnovasi sebagai bangunan lengkap pada tahun 1928.


Penggunaan pertama Bangunan Fullerton adalah pada saat anggota Kantor Perdagangan, Dewan Komisaris Perdagangan dan anggota Klub Singapura (Singapore Club) mulai memesan berbagai fasilitas di lantai-lantaii atas termasuk akomodasi. Sayap bangunan yang terdiri dari kamar-kamar tidur mulai diminati khalayak sesaat setelah Gubernur Shenton Thomas dan Lady Thomas tinggal disana setelah Istana diserang oleh pasukan lawan pada tahun 1942. Pada tahun 1950-an Plaza Fullerton merupakan lokasi dimana Mr. Lee Kuan Yew sering mengadakan kampanye-kampanye politik yang mengundang banyak perhatian masyrakat dan wisman yang sedang menikmati makan siang di Raffles Place. Dengan selesainya pembangunan pada tahun 1928, Bangunan Fullerton memulai fase barunya dalam mengukir sejarah. Restorasi sebuah benteng menjadi sebuah hotel memberika Kota Singapura sebuahLandmark , yang kemudian lebih dikenal sebagai The Fullerton Singapore. Peninggalan kebudayaan yang kental dalam arsitekturnya memperlihatkan kemapanan dan keseuaian bangunan ini sebagai sebuah hotel megah yang berbintang enam. Fullerton Singapore memiliki asset yang tak ternilai yaitu lokasi . Lokasi prima dari Fullerton Singapore di jantung Distrik Civic , sepadan dengan kekayaan sejarahnya. Lokasi strategis karena terletak di antara pusat kota lama dengan pusat kota baru Singapura.
Selain lokasi tersebut mengandung nilai sejarah yang tak ternilai, yang mampu menonjolkan Fullerton Singapore sebagai sebuah titik pusat aktivitas komersial pada hari-hari kerja di Singapura. Terletak di muka Raffles Place, distrik bisnis dan finansial yang terkenal, Fullerton Singapore sendiri tampak apik dengan kedekatannya pada pusat-pusat budaya seperti Teater Victoria, Concert Hall, Teater Esplanade di Teluk dan museum-museum seni lainnya. Dari bangunan inipun seorang dapat menikmati pemandangan ke arah Boat Quay , salah satu pusat aktivitas hiburan malam hari di Singapura. Lokasinya paralel dengan stasiun bawah tanah Raffles Place Mass Rapid Transit (MRT) dalam jarak berjalan kaki. Pencapaian dengan kendaraan pun mudah baik dengan kendaraan pribadi dari Nicol Highway atau taksi dari Sungai Singapura. Di masa yang akan datang, Fullerton Singapore akan mempunyai nilai tambah dengan perluasan dan penambahan area waterfront dengan kehadiran The Merlion Park dan Waterboat House  yang akan dibangun pada sisi Sungai Singapura serta pengembangan reklamasi pantai di Collyer Quay  di gerbang pusat kota baru. Parsel watefront ini akan menawarkan lebih banyak lagi pusat-pusat perbelanjaan dan pemandangan menakjubkan ke arah Teluk Marina.


Sumber:

http://www.academia.edu/6958359/ESKURSI_PRESERVASI_KONSERVASI_RENOVASI_PADA_PEMELIHARAAN_BANGUNAN_DI_SINGAPURA_DAN_MALAYSIA

KONSERVASI BANGUNAN GEREJA BLEDUK-JAWA TENGAH

Konservasi Bangunan Jawa Tengah
“ GEREJA BLENDUK- SEMARANG”

Gereja Blenduk, masyarakat sekitar menyebut demikian karena bentuk atap dari gereja tersebut berbeda dari gereja pada umumnya. Atap gereja tersebut berbentuk bulat, dan merupakan satu satunya gereja di dunia yang memiliki design bulat seperti itu. Gereja Protestan di Indonesia Bag. Barat (GPIB) Immanuel Semarang, terletak di jalan Letjen.Soeprapto 32. Merupakan gereja Kristen tertua di Jawa Tengah. Dibangun tahun 1753 dengan bentuk heksagonal (persegi delapan). Mempunyai kubah besar dilapisi perunggu dan di dalamnya terdapat sebuah Orgel Barok. Arsitektur didalamnya dibuat berdasarkan salib Yunani.


Posisi bangunan ini menghadap ke Selatan. Lantai bangunan hampir sejajar dengan jalan di depannya. Atap bangunan berbentuk kubah dengan penutupnya lapisan logam yang dibentuk oleh usuk kayu jati. Di bawah kubah terdapat lubang cahaya yang menyinari ruang dalam yang luas . Pada sisi bangunan, Timur, Selatan dan Barat terdapat portico bergaya Dorik Romawi yang beratap pelana. Gereja ini memiliki dua buah menara dikiri kanan. Menara ini beratap kubah kecil. pintu masuk merupakan pintu ganda dari panel kayu.
Menurut salah satu jemaat GPIB yang biasa disapa bapak Noya, Gereja Mbelenduk telah mengalami banyak perubahan sejak pembangunan awal. Mula-mula Gereja di bangun pada tahun 1753, berbentuk rumah panggung Jawa, dengan atap yang sesuai dengan arsitektur Jawa. Pada tahun 1787 rumah panggung ini dirombak total. Pada tahun 1894, gedung ini dibangun kembali oleh H.P.A. de Wilde dan W.Westmas dengan bentuk seperti sekarang ini. Yaitu dengan dua menara dan atap kubah. Keterangan mengenai Wilde dan Wetmas tertulis pada kolom di belakang mimbar. Bapak Noya menambahkan, pada renovasi terakhir gereja ini bernama Couple Cerk. Nama tersebut diambil dari dua bentuk menara yang beratap kubah.
Gereja itu merupakan bangunan cagar budaya di Kota Semarang. Kota Semarang memang merupakan Kota Cagar Budaya yang harus selalu dilindungi keberadaan bangunan bersejarahnya. semoga bangunan ini dapat terus berdiri dengan kokoh dan menjadi daya tarik dunia untuk berkunjung ke Indonesia.

Pemerintah Kota Semarang tidak berdiam diri melihat keberadaan Kawasan Kota Lama yang semakin lama semakin memperihatinkan. Pemerintah Kota Semarang telah mengeluarkan Perda Nomor 8 Tahun 2003 tentang Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) Kawasan Kota Lama. Namun, walaupun sudah terdapat Perda yang mengaturnya, kondisi kawasan Kota Lama lama masih memprihatinkan. Hal ini karena aplikasi dari Perda tersebut masih sangat minim.

Sumber:

https://malaikat07.wordpress.com/2010/10/02/pelestariankonservasi-kawasan-kota-lama-semarang/

KONSERVASI CANDI JAWI-JAWA TIMUR

Konservasi Bangunan Jawa Timur
“ CANDI JAWI-PASURUAN”

Candi Jawi atau dengan nama asli Jajawa adalah candi yang dibangun sekitar abad ke-13 dan merupakan peninggalan bersejarah Hindu-Buddha Kerajaan Singhasari yang terletak di terletak di kaki Gunung Welirang, tepatnya di Desa Candi Wates, Kecamatan Prigen, Pasuruan, Jawa Timur, Indonesia, sekitar 31 kilometer dari kota Pasuruan. Candi ini terletak di pertengahan jalan raya antara Kecamatan Pandaan - Kecamatan Prigen dan Pringebukan. Candi Jawi banyak dikira sebagai tempat pemujaan atau tempat peribadatan Buddha, namun sebenarnya merupakan tempat pedharmaan atau penyimpanan abu dari raja terakhir Singhasari, Kertanegara. Sebagian dari abu tersebut juga disimpan pada Candi Singhasari. Kedua candi ini ada hubungannya dengan Candi Jago yang merupakan tempat peribadatan Raja Kertanegara.


Candi Jawi menempati lahan yang cukup luas, sekitar 40 x 60 meter persegi, yang dikelilingi oleh pagar bata setinggi 2 meter. Bangunan candi dikelilingi oleh parit yang saat ini dihiasi oleh bunga teratai. Bentuk candi berkaki Siwa, berpundak Buddha. Ketinggian candi ini sekitar 24,5 m, panjang 14,2 m dan lebar 9,5 m. Bentuknya tinggi ramping seperti Candi Prambanan di Jawa Tengah dengan atap yang bentuknya merupakan paduan antara stupa dan kubus bersusun yang meruncing pada puncaknya. Pintunya menghadap ke timur. Posisi pintu ini oleh sebagian ahli dipakai alasan untuk mempertegas bahwa candi ini bukan tempat pemujaan atau pradaksina (upacara penghormatan terhadap dewa, disebut Dewayadnya atau dewayajña), karena biasanya candi untuk peribadatan menghadap ke arah gunung, tempat yang dipercaya sebagai tempat persemayaman kepada Dewa. Candi Jawi justru membelakangi Gunung Penanggungan. Sementara ahli lain ada pula yang beranggapan bahwa candi ini tetaplah candi pemujaan, dan posisi pintu yang tidak menghadap ke gunung karena pengaruh dari ajaran Buddha.

Candi Jawi dipugar untuk kedua kalinya tahun 1938-1941 dalam masa pemerintahan Hindia Belanda karena kondisinya sudah runtuh. Akan tetapi, renovasinya tidak sampai tuntas karena sebagian batunya hilang. Kemudian diperbaiki kembali tahun 1975-1980, dan diresmikan tahun 1982. Kini biaya pemeliharaan didapatkan dari sumbangan sukarela dari pengunjung maupun LSM lainnya.
Bentuk bangunan Candi Jawi memang utuh, tetapi isinya berkurang. Arca Durga kini disimpan di Museum Empu Tantular, Surabaya. Lainnya disimpan di Museum Trowulan untuk pengamanan. Sedangkan yang lainnya lagi, seperti arca Brahmana, tidak ditemukan. Mungkin saja sudah berkeping-keping.
Di gudang belakang candi memang terdapat potongan-potongan patung. Selain itu, terdapat pagar bata merah seperti yang banyak dijumpai di bangunan pada masa Kerajaan Majapahit, seperti Candi Tikus di Trowulan dan Candi Bajangratu di Mojokerto.

Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Jawi

Selasa, 31 Maret 2015

BALAIKOTA – BOGOR


BANGUNAN KONSERVASI

“BALAIKOTA – BOGOR”




Jawa Barat, Bogor . Siapa yang tidak tau kota Bogor ini, si kota penghujan yang selalu ramai akan wisatawan asing maupun lokal. Kota Bogor terdapat di provinsi Jawa Barat, Indonesia. Terdapat bangunan yang memiliki nilai hystorical yang tinggi yang menjadi perhatian sebagai bangunan konservasi. “Penjajahan?” ya salah satu alasannya pada saat zaman penjajahan, bangunan peninggalan bekas PD I lah yang rupanya merajalela di kota Bogor ini. Namun hal tersebut sudah menjadi sejarah bangsa saat ini.


Beberapa peninggalan Belanda yaitu pada bangunan Balaikota Bogor. Gedung Balaikota Bogor lokasinya berada di Jl. Ir. H. Juanda No. 10, Kota Bogor, merupakan gedung warisan kolonial Belanda yang dibangun pada tahun 1868. Semula nama bangunan ini adalah Societeit, lalu setelah merdeka menjadi markas Korem Surya Kencana, dan sejak 1975 menjadi Gedung Balaikota Bogor.

Bentuk Gedung Balaikota Bogor ini memiliki gaya Kolonial Belanda. Tetapi sekarang telah mengalami renovasi dan penggabungan gaya arsitektur Sunda dan Eropa. Fasade bangunan berwarna putih disertai dengan pilar – pilar yang ramping pada bagian muka bangunan, ber-atap rendah, dan pada badan bangunan menggunakan profil geometrik yaitu pada bagian dahi jendela dan pintu, sedangkan pada bagian kaki / bawahnya di beri sentuhan batu alam.


Area lahan bangunan seluas  +/- 9.060 m2  telah banyak mengalami renovasi baik pada area halaman dan bangunan itu sendiri sehingga terdapat penggabungan gaya arsitektur pada bangunannya yaitu arsitektur Sunda dan Eropa.  Saat ini bangunan berfungsi sebagai Kantor Pemerintahan Kota Bogor, dan sering pula digunakan untuk kegiatan-kegiatan khusus lainnya di Kota Bogor seperti upacara bendera saat peringatan HUT Kemerdekaan RI.


Balaikota sendiri terdiri dari beberapa gedung, gedung tersebut diantaranya :
1.Gedung utama (Balaikota)
2.Masjid At-taqwa
3.Kompleks perkantoran
4.Gedung kemuning gading.
5.Gedung rapat 2

Sumber:
http://www.thearoengbinangproject.com/wisata/gedung-balaikota-bogor/

https://ismiy.wordpress.com/2012/07/10/konservasi-arsitektur-3/

KONSERVASI HUTAN MANGROVE - JAKARTA UTARA



Kawasan Ekowisata Mangrove

“KONSERVASI HUTAN MANGROVE - JAKARTA UTARA”


Kota Jakarta, merupakan salah satu kota tersibuk dan terpadat akan berbagai kegiatan yang ada di Indonesia. Namun tidak banyak yang tau bahwa dipinggiran kota Jakarta ini masih terdapat hutan kota yang sangat indah. “Karena di pinggiran kota Jakarta? Jadi kami tidak tau dan jauh dari pusat kota” mungkin salah satu jawaban yang menjadi alasan hutan mangrove ini belum familiar pada awam. Namun sebenarnya letak hutan kota tersebut cukup strategis karena dekat dengan Bandar Udara Soekarno Hatta.


Kawasan Ekowisata Mangrove merupakan kawasan hutan yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. Kawasan ini dikelola oleh Dinas Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta sebagai salah satu kegiatan wisata terbatas yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan.








Disana anda dapat menikmati perjalanan wisata mangrove ke area alami untuk mempelajari, mengagumi dan menikmati pemandangan alamnya yang indah dengan flora faunanya yang menarik. Pada mulanya kawasan hutan mangrove Angke Kapuk dikukuhkan sebagai Cagar Alam sejak tahun 1939 seluas 1.114 ha pada masa pemerintahan kolonial Belanda. Pada masa itu kawasan ini sudah dirancang sebagai daerah penyangga lahan basah untuk menampung masa air pada saat pasang besar dan banjir. Namun dalam perkembangannya kawasan mangrove Angke Kapuk banyak dikonversi menjadi peruntukan lain seperti, pemukiman, tambak terbuka, jalur jalan tol Cengkareng dan lapangan golf pantai indah kapuk.

Menipisnya ekosistem mangrove menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, karena mangrove memainkan peran penting dalam pengendali banjir pasang musiman (saat air laut pasang pada musim hujan) dan sebagai pelindung wilayah pesisir. Salah satu kegiatan pemuliahan tersebut adalah merehabilitasi kawasan mangrove dengan melibatkan peran serta para pihak baik itu pemerintah, istitusi, swasta, LSM dan masyarakat sekitar pesisir.

Berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 667/Kpts-II1995 luas kawasan hutan di daratan Jakarta adalah 327.7 Ha. Luas kawasan hutan masing-masing yaitu : Hutan Lindung (44,76 ha), Hutan Wisata (99,82 ha), Cagar Alam Muara Angke (25,02 ha) dan hutan dengan tujuan istimewa yang terbagi menjadi Kebun Pembibitan (10.51 ha), Transmisi PLN (23,07 ha), Cengkareng Drain (28,93 ha), Jalan Tol dan Jalur Hijau/Ekowisata Mangrove(95,50 ha).


Pada kawasan tersebut selain terdapat hutan mangrove yang terawat dan indah, terdapat juga beberapa fasilitas lainnya seperti penginapan, area perkemahan dan beberapa fasilitas rekreasi lainnya. Pengelolaan dan pengolahan site pada kawasan konservasi ini memberikan warna baru di kota Jakarta. Sebagai wadah edukasi, dan area penghijauan area ini juga dapat menjadi salah satu pilihan untuk wisata yang dapat menambah wawasan. Semoga kawasan mangrove tersebut dapat terus dikelola dan mendapatkan perhatian dari pihak-pihak atau instansi terkait sehingga kota Jakarta memeiliki dan menambah area penghijauan dan dapat menjadi salah satu tempat refreshing dari kepenatan kota yang menjemukan.

Sumber:

http://hutanmangrovejakarta.com/sejarah/

http://matriphe.com/2014/09/15/hutan-mangrove-di-taman-wisata-alam-angke-kapuk.html

Rabu, 09 April 2014

OLYMPIC STADIUM SHENZHEN

2011 Universiade di Shenzhen

Universiades adalah World Games untuk siswa dan diadakan setiap tahun di musim dingin dan musim panas , yang diselenggarakan oleh Universitas Sports Federation International, Fédération Internationale du Sport Universitaire ( FISU ) . Pergi dengan jumlah atlet yang berpartisipasi , Universiade musim panas adalah yang terbesar kedua multi-event olahraga di dunia setelah Olimpiade musim panas . Ini diumumkan pada bulan Januari 2007 bahwa Universiade musim panas 26th 2011 adalah untuk mengambil tempat di Shenzhen .

Pusat olahraga Universiade terdiri dari stadion , ruang multifungsi dan kolam renang . Stadion di distrik Bao'an dirancang sebagai stadion atletik . Namun, selama 2011 Universiade , itu digunakan untuk pertandingan sepak bola


Universiade 2011 Sports Center, Desain untuk Sports Center Universiade di kota Shenzhen terinspirasi oleh lanskap bergelombang sekitarnya dan menghasilkan dialog formal yang merujuk pada hortikultura dan filsafat Cina terhadap tanah . Struktur atap proyek hingga 65 m, dan dirancang sebagai shell prismatik baja atas dasar segitiga faktor - ets . Kristal bentuk tiga stadia adalah tambahan ditekankan oleh pencahayaan fasad tembus di malam hari . Danau buatan menghubungkan stadion dengan ruang multifungsi melingkar di utara dan barat Balai renang persegi panjang tersebut. The plaza olahraga sentral diakses melalui promenade dibangkitkan dari stadion individu. Stadion utama direncanakan akan multifungsi , memenuhi persyaratan kesempatan olahraga internasional dan peristiwa . Kapasitas total adalah 60.000 , yang duduk di tiga berdiri . Total diameter atap adalah 310 m dan 290 m memanjang di seluruh .
Segitiga kaca segi membuat bersinar mahkota sekitar trio stadion untuk Universitas Dunia Games saat ini sedang berlangsung di Shenzhen. 
Indoor kompleks olahraga dirancang sebagai arena multifungsi melingkar untuk kompetisi olahraga dalam ruangan serta untuk ice -skating dan acara lainnya . Kapasitas keseluruhan approx . 18.000 penonton . Berenang kompleks membentuk modul ketiga dari Sports Center Universiade Shenzhen . Kapasitas keseluruhan approx . 3.000 penonton , kursi diatur pada dua berdiri .

 
Berikut ini adalah interior dari stadium ini: 

http://stadiumdb.com/stadiums/chn/longgang_stadium

       Stadion kedua host kegiatan dalam ruangan termasuk ice skating dan rumah-rumah ketiga kolam renang untuk acara akuatik.

  • Arsitek: Meinhard von Gerkan dan Stephan Schütz dengan Nicolas Pomränke; 
  • Project Leader: Ralf Sieber; 
  • Struktural Konsep dan Desain Roof: Schlaich, Bergermann und Partner - Sven Plieninger dengan Wei Chen; 
  • Klien: Biro Pekerjaan Umum Shenzhen Kota; 
  • Waktu Proyek: 2006; 
  • Waktu konstruksi: 2007-2011.

SUMBER:
http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=1631000
http://www.dezeen.com/2011/08/16/universiade-2011-sports-centre-by-gmp-architekten/
http://www.archdaily.com/158838/universiade-sports-center-and-bao%E2%80%99an-stadium-architects-von-gerkan-marg-and-partners/
http://www.archdaily.com/158838/univ...gmp_uvs_40036/
http://www.archdaily.com/158838/univ...sports-center/
http://stadiumdb.com/stadiums/chn/longgang_stadium



Minggu, 09 Maret 2014

SHENZHEN

    Shenzhen adalah sebuah kota besar di selatan Cina Selatan Provinsi Guangdong , terletak tepat di utara Hong Kong . Daerah menjadi China pertama dan salah satu - sukses Khusus Zona paling Ekonomi ( KEK ) .Saat ini juga memegang statusnya administrasi sub - provinsi , dengan kekuatan sedikit lebih rendah dari provinsi . “Sebuah kota tidak akan pernah selesai dan tidak akan pernah sempurna” , kutipan dari Zahnd tersebut memang benar-benar dialami di seluruh kota di dunia. Salah satunya adalah Kota Shenzhen. Kota Shenzhen merupakan salah satu kota metropolitan di Provinsi Guangdong,China. Menurut Sejarahnya, Kota Shenzhen hanyalah desa nelayan yang biasa bahkan termasuk desa miskin pada tahun 1970, namun Kota Shenzhen kini menjadi kota yang luar biasa. Kota tersebut mengalami perkembangan yang pesat. Dimulai dengan Kota Shenzhen yang dikembangkan menjadi Daerah Ekonomi Khusus (DEK) pada tahun 1980, Kota tersebut berubah menjadi Kota Industri. Cityscape yang modern Shenzhen adalah hasil dari perekonomian yang dinamis dimungkinkan oleh investasi asing pesat sejak lembaga kebijakan " reformasi dan keterbukaan " pembentukan KEK di akhir 1979 , sebelum yang itu hanya sebuah desa kecil . Kedua warga negara Cina dan asing telah menginvestasikan sejumlah besar uang di Shenzhen SEZ . Lebih dari US $ 30 miliar dalam investasi asing telah pergi ke kedua usaha milik asing dan campuran , pada awalnya terutama di bidang manufaktur tetapi baru-baru di industri jasa juga. Shenzhen kini dianggap salah satu kota dengan pertumbuhan tercepat di dunia .

    Menjadi pusat keuangan utama daratan China selatan , Shenzhen adalah rumah bagi Bursa Efek Shenzhen serta markas berbagai perusahaan teknologi tinggi . Shenzhen juga merupakan salah satu pelabuhan kontainer tersibuk di China . Pada awal 1980-an , Cina mendirikan Zona Ekonomi Khusus Shenzhen , yang pertama dari lima Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK ) , hanya di luar New Territories . Ini secara resmi didirikan pada tahun 1979 karena kedekatannya ke Hong Kong . The SEZ diciptakan untuk menjadi tanah eksperimental untuk praktek kapitalisme pasar dalam komunitas dipandu oleh cita-cita " sosialisme dengan karakteristik Cina " . Shenzhen akhirnya menjadi salah satu kota terbesar di daerah Delta Sungai Pearl , yang menjadi salah satu kekuatan ekonomi China serta basis manufaktur terbesar di dunia.

    Selama awal 1980-an Shenzhen jauh lebih kecil , seperti yang ditunjukkan dalam foto-foto , di bawah ini. Pada 1984 , banyak bangunan yang sedang terjadi . Asing , dengan visa , diizinkan untuk melakukan perjalanan ke Shenzhen .
   
    Shenzhen telah menjadi pusat manufaktur utama di Cina . Pada 1990-an , Shenzhen digambarkan sebagai membangun " satu highrise sehari dan satu boulevard setiap tiga hari " . Pada 2012 , saat ini memiliki 26 bangunan di lebih dari 200 meter , termasuk Shun Hing Square ( bangunan tertinggi ke-19 di dunia) .

    Shenzhen adalah rumah bagi beberapa perusahaan paling sukses teknologi tinggi China . Banyak perusahaan teknologi tinggi asing memiliki operasi mereka di taman Sains dan Teknologi di Nanshan District atau di luar kabupaten inti di mana tenaga kerja dan lahan yang jauh lebih murah . Di sektor keuangan , Shenzhen Development Bank , China Merchants Bank , dan Shenzhen City Bank Komersial adalah beberapa bank terbesar di China , dengan kantor pusat di Shenzhen .

    Salah satu program Kota Shenzhen untuk mengurangi polusi, yaitu program bus tiga dimensi “3D Express Coach”. Program ini juga dijadikan sebagai tindakan mengurangi masalah kemacetan, karena semakin padatnya populasi di kota tersebut.

    Kota Shenzhen memang benar-benar kota yang bersifat modern, walaupun kota tersebut tidak memiliki gedung berserajarah, akan tetapi sejauh ini mengalami perkembangan yang baik. Perubahan menjadi kota modern juga diseimbangi dengan pedulinya kota tersebut untuk memperhatikan lingkungan dan kenyamanan masyarakat. Maka dari itu, mungkin Kota Shenzhen bisa dijadikan sebagai contoh dalam membangun kota-kota di Indonesia, dengan pembangunan yang berdasarkan aspek fisik dan nonfisik yang tidak menghilangkan sejarahnya, sebab dalam hal proses perubahan kota, unsur-unsur non fisik turut serta mempengaruhinya bukan hanya fisiknya saja.

    Di Shenzhen ini juga terdapat beberapa objek/tempat menarik yang dapat dikunjungi, seperti:
1. LoWu Commercial City,
bagi Anda yang suka berbelanja di ITC Mangga Dua atau di tempat-tempat grosir lainnya, tentunya Anda tidak akan bingung berada di tempat ini. Terdiri dari lima lantai dan memiliki kurang lebih 700 toko yang menjual tas, pakaian, sepatu, aksesoris, perhiasan sampai alat-alat elektronik. Di tempat ini dituntut kemahiran Anda dalam tawar menawar.
http://stophavingaboringlife.com/images/may10/luohu_shopping_mall_shenzhen_china.jpg

2. Shenzhen Book City,
Dapatkan buku-buku yang Anda suka di tempat ini! Toko ini dipercaya sebagai toko buku terbesar dan terluas di dunia. Bukan hanya buku yang ada di tempat ini, musik, film dan produk-produk multimedia lainnya pun ada di tempat ini.








3. Windows of the world, taman yang memiliki hampir semua replika bangunan-bangunan terkenal di seluruh dunia dengan perbandingan 1:15. Setiap malam diadakan pertunjukkan tarian tradisional China dan kisah-kisah dari seluruh dunia yang dibawakan oleh ratusan penari.

http://www.topchinatravel.com/pic/city/shenzhen/attractions/Window-of-the-World-1.jpg

4. Splendid China & Chinese Folk Culture Villages,
terbagi menjadi dua tema. Pertama, miniatur taman China lengkap dengan forbidden city, tembok China dan pasukan Terakota seluas 300 ribu meter persegi. Kedua, taman yang berisi 56 rumah yang mewakili 56 suku di China. Diadakan pertunjukan yang menampilkan pertunjukan tari dengan berbagai tema yang spektakuler dari suku-suku tersebut.
 
http://hk-magazine.com/sites/default/files/imagecache/item_image/shenzhens_largest_light_display_decorate_splendid_china_ten_thousand_lanterns_exhibit_cropped.jpg



    Berikut ini merupakan proyek Shenzhen Asian Cairn Farmscraper, sebuah inisiatif proposisi oleh perusahaan Perancis Vincent Callebaut Arsitek, untuk metropolis kota Cina yang berkembang dari Shenzhen. Proyek yang terdiri dari enam menara mix-digunakan terstruktur seperti tumpukan kerikil raksasa:

gambar: http://strangeline.net/2013/03/shenzhen-asian-cairn-farmscraper-project/

gambar: http://www.independent.co.uk/incoming/article8546560.ece/BINARY/original/callebaut-asian-cairns4.jpg




Sumber: 
http://nkaangela.blogspot.com/2010/09/shenzhen-kota-yang-berawal-dari-desa.html
http://www.barthworks.com/non%20fiction/travel/hk1984/hongkong8405.html
http://www.yuktravel.com/printblogdetail.asp?articleid=1005124&blogtype=article